Aku rebah didalam gorong-gorong kota besar
Kendaraan roda empat tepat melintas diatas kepalaku
Melindas kepala dan jantungku, hingga terburai
Sementara aku tetap menggelepar dan terkulai
Hanya bau comberan dan serat-serat sampah yang menemaniku
Onggokan jisimku tak berdaya tanpa stamina
Kepala boleh terlindas …
Jantung ikut terburai …
Hanya isi kepala yang tetap berfantasi
Serta degupan jantung yang masih saja berdetak
dan … gorong-gorong kota masih tetap menyemayamkanku
Pekat …
lebih dari redup …
Gelap …
tak ada jarak pandang …
Sama halnya dengan lepas dari ruang dan waktu
Hanya gemericik air selokan yang terdengar
Juga mesin-mesin berjalan menderu
Sirine-sirine kendaraan pun samar-samar
dan … gorong-gorong kota masih tetap menyemayamkanku
By. Naz`.FR